NEWS MANDAWANGI

News Mandawangi adalah ekstrakulikuler jurnalistik yang berada di MAN 2 Banyuwangi. Aktif dalam memberikan informasi terkait MAN 2 Banyuwangi.


JUARA 1 LOMBA FOTOGRAFI POLITEKNIK NEGERI JEMBER

    Salah satu siswa MAN 2 Banyuwangi kembali meraih prestasi dengan lomba Fotografi di Politeknik Negeri Jember. Pada hari Sabtu, 4 September 2021 telah diumumkan bahwa siswa MAN 2 Banyuwangi dengan nama Muhammad Rifqi Ahzami dari kelas Xl Agama 2 telah meraih juara 1 pada ajang lomba fotografi yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jember.

    Proses perlombaan tersebut lumayan cukup panjang, yakni dimulai dari pendaftaran, pengumpulan karya, dan disusul dengan tahap penilaian. Lalu Technical Meeting (TM), serta presentasi karya. Jadi perlombaan ini bisa dibilang 100% kegiatannya berbasis daring / online, mulai dari pengumpulan karya, penilaian karya, TM, dan juga presentasi karya dari setiap peserta, semua dilakukan melalui media online. Dan untuk prosesnya pengambilan gambar dimulia pukul 16.30 sampai 17.15 dengan mengikuti keadaan cahaya matahari. Pada saat itu, kemudian untuk proses editingnya memerlukan waktu yang lumayan lama kurang lebih 30 menit, karena pada foto tersebut terdapat detail-detail yang membuat proses editing menjadi sedikit sulit, terutama pada bagian topi gandrungnya. Berikut adalah hasil jepretan foto dari seorang Rifqi Ahzami.


    Kendala yang dia alami terletak pada gear atau alat yang dia gunakan, karena pada saat ini ia hanya menggunakan handphone dalam pengambilan gambar dan editingnya. Namun kendala tersebut justru dapat menambah kesan kagum bagi para penikmat karyanya, karena hanya dengan bermodalkan handphone, kita sudah bisa menghasilkan foto yang sedemikian mengesankan.

“Saya sangat senang karena ini juga merupakan pertamakalinya saya mengikuti Event Nasional, yang mana pesertanya ada yang dari NTT, Surabaya, Bandung , dan lain lain.”, begitu penuturan Rifqi.

Berikut penghargaan yang di dapat berupa sertifikat lomba tersebut.

    Motivasi yang pertama, saya ingin mengukur sejauh mana skill dan kemampuan saya saat ini, yang kedua ialah saya ingin menambah pengalaman dan masih ingin belajar lebih matang tentang fotografi. Pesan saya “ Jangan Menyerah Karena Setelah Kesulitan Akan Ada Kemudahan”. Dengan begitu saya tidak menyerah , saya tetap menjalani aktivitas fotografi dan melakukan yang terbaik sesuai kemampuan.dan hasilnya pun sedikit demi sedikit, saya menuju ke arah yang lebih baik, mulai dari sisi pemotretan foto dan tentang pengeditan foto, pandemi bukanlah halangan untuk kita berhenti berkarya dan menoreh prestasi, jangan jadikan keterbatasan waktu, alat, serta pengalamanmu sebagai penghambat ruang gerakmu dalam berkarya, manfaatkanlah apa yang ada dan apa yang kau punya. Pesan saya “Apa ditangan siapa bisa menjadi apa karena apa”. Ucap Rifqi dengan motivasi serta pesannya.

( Naswa Aulia Arimbi_Tim News Mandawangi )





 


VAKSINASI MERDEKA UNTUK SISWA DISELENGGARAKAN DI MAN 2 BANYUWANGI,
BENARKAH SAMPAI MENCAPAI ANGKA 1.164?



    News Mandawangi (4/9/2021) - Dalam rangka HUT RI yg ke 76, Kapolri mengadakan kegiatan vaksinasi yg diberi nama “Vaksinasi Kemerdekaan Merah Putih” dengan motto 1 hari 1 juta vaksin. Kegiatan ini juga sudah dilakukan sejak bulan Agustus kemarin.

    IPDA Ericko mengungkapkan, vaksinasi pelajar dimulai sejak bulan Agustus. Dan vaksinasi bagi pelajar ini tidak hanya diadakan di daerah Banyuwangi saja, tetapi di seluruh Indonesia. Dalam rangka HUT RI yang ke 76 maka diadakan vaksinasi bagi pelajar.

    “Vaksinasi Kemerdekaan Merah Putih, program dari Bapak Kapolri ini dimulai sejak bulan Agustus. Vaksinasi ini dilakukan di seluruh Indonesia karena ini program dari Bapak Kapolri. Kita melaksanakan vaksinasi merdeka dalam rangka HUT RI yang ke 76 dengan motto 1 hari 1 juta vaksin” ujarnya usai ditanyai oleh salah satu reporter News Mandawangi. Selama diselenggarakan kegiatan vaksinasi Kemerdekaan ini, ericko mengungkapkan tidak ada kendala yang terjadi ketika vaksinasi.

     “Alhamdulillah selama melaksanakan vaksin ini kita tidak ada kendala karena didukung dengan tenaga Nakes, Instansi samping dari Puskesmas, Rumah Sakit bahkan dari kesehatan  juga kepolisian dikerahkan untuk melancarkan kegiatan ini” tambahnya.

    Kegiatan Vaksinasi Merdeka untuk pelajar juga diselenggarakan di MAN 2 Banyuwangi oleh Polres Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 4 September 2021. Tak hanya siswa MAN 2 Banyuwangi, bahkan SMK Ibnu Sina dan MA Bustanul Falah pun ikut serta dalam kegiatan vaksinasi COVID-19 Masyarakat pun bisa mengikuti vaksinasi tersebut apabila kegiatan vaksinasi tersebut masih ada, dan tenaga entri data juga siap untuk melaksanakannya.

    “Kegiatan vaksinasi COVID-19 ini diselenggarakan oleh Polres Kabupaten Banyuwangi melalui Polsek Kecamatan Genteng dan Pemerintah Kecamatan Genteng. Sehingga MAN 2 Banyuwangi bisa melalukan vaksinasi kepada seluruh siswa dan siswi  MAN 2 Banyuwangi, dan tambahan dari siswa dan siswi SMK Ibnu Sina dan juga Bustanul Falah.  Masyarakat sekitar juga bisa ikut vaksinasi tersebut apabila vaksinasi itu masih ada dan sekaligus tenaga entri data juga siap untuk melaksanakannya” ucap Kepala Sekolah MAN 2 Banyuwangi, Drs. H.Moh. Anwar, M.Pd.I Sabtu (4/9/2021). Meskipun siswa dan siswi telah melakukan vaksin, pembelajaran di sekolah masih belum bisa dilaksanakan secara seratus persen tatap muka karena pelaksanaan PTM bukan bergantung pada siswa dan siswi yang telah divaksin. Melainkan tergantung dengan zona.

    “Kita bukan tergantung pada vaksinasi tapi tergantung kepada zona. Karena bagaimanapun juga, yang menentukan PTM itu bukan vaksin atau tidak vaksin tetapi karena zona, dan kondisi. Maka dari itu, nanti kalau sudah ada perintah dari gugus COVID baik Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat kita nanti akan melaksanakan sebagaimana kondisi yang telah ditetapkan itu. Karena andaikan kita setelah vaksin langsung PTM seratus persen  kita belum bisa” ujar Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi itu.

(Richa Dhakiya Wildani Ulum Gibrania – News Mandawangi)


   





News Mandawangi, Pada tanggal 19 Desember 2020 kemarin merupakan pengumuman hasil lomba baca berita. Lomba ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Diesnatalis STIKES  Banyuwangi ke 14. Diikuti oleh 77 peserta pelajar SMA/SMK/MA sederajat tingkat nasional.

Pemenang juara 1 lomba ini adalah Risfi Asfiana dari MAN 2 Banyuwangi. Ia mengaku bahwa ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti lomba baca berita. Dengan latihan bermodalkan melihat tutorial di YouTube. Tidak luput juga doa serta dukungan orang-orang disekitarnya. Dan tidak disangka - sangka hasilnya sangat memuaskan. 

Kabar ini tentu membuatnya senang. Ingin menambah/memperkaya pengetahuan dan rasa percaya diri menjadi motivasi awal mengikuti lomba. Alasan lainnya untuk mengisi waktu luang selama sekolah daring dan ingin memberi hadiah kepada ibunya.

"Ya semoga ini menjadi ladang dakwah, kenapa? Maksudnya ya biar menginspirasi teman-teman yang lain dengan segala keterbatasan fasilitas yang saya punya di pondok tapi kita itu tetap harus berusaha selagi kita bisa buat mencapai yang terbaik. Juga ini bukan finish tapi masih awal untuk memulai mengukir prestasi yang lebih banyak lagi, dengan adanya lomba ini saya harap juga menjadi jembatan yang membantu saya untuk lanjut ke jalan yang selanjutnya karena emang perjalanan masih panjang. Semoga berkah dan bermanfaat jugaa aamiin " ujar Risfi sebagai pesan dan harapannya. Semoga ini memotivasi kita untuk terus berkarya.


       Genteng-MAN 2 BANYUWANGI, Rabu (16/12/2020) OSIS Man 2 Banyuwangi mengadakan acara Ceremonial Virtual Event Short Movie dan Video Edukasi dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Hari HIV/AIDS Se-dunia. Dalam acara ini OSIM/Osmandawangi berkolaborasi dengan PMR dan Duta Perpustakaan. Acara Ceremonial ini dapat dilihat di channel YouTube Man 2 Banyuwangi atau dapat menyaksikan secara langsung di media sosial Instagram milik Osmandawangi dan News Mandawangi yang melakukan live streaming pada saat acara Hari Rabu lalu. 

       Persiapan dari panitia sendiri, untuk  acara peringatan Hari Guru Nasional dan AIDS Se-dunia sudah dilakukan semenjak 1 bulan yang lalu mulai dari pembuatan proposal sampai dengan acara ceremonial kali ini, untuk pihak-pihak yang terlibat dalam acara ini osis man 2 banyuwangi bekerja sama dengan duta perpustakaan ( duper ) dan Palang merah remaja ( PMR), serta di hadiri oleh pembina OSIM, duper, PMR, waka, dan kepala Madrasah.

         Ada pula kendala yang dialami panitia dalam melaksanakan acara ceremonial ini salah satunya yaitu virus corona atau covid-19 yang mengharuskan kita untuk mematuhi protocol kesehatan yang berlaku, dilakukanya acara ini pun sebenarnya untuk penyerahan hadia pemenang short movie hari guru nasional dan juga video edukasi hari Aids sedunia. 

"Harapan di adakanya acara ini untuk mengingat jasa-jasa para guru kita, meskipun di tengah pandemi seperti ini dan pembelajaran hanya bisa di lakukan secara virtual atau online saja, tidak bisa dilakukan secara tatap muka, dan juga bagaimana mengingatkan para generasi muda utuk selalu menjaga diri dan menjaga pergaulan agar terhindar dari sesuatu yang tidak di inginkan." Ujar M.Afriza Fahmi Fazli selaku Panitia Ceremonial Virtual Event. 

Dikutip dari perwakilan pemenang Lomba Short Movie, yaitu kelas XI AGAMA 1 yang berhasil memperoleh predikat juara ini mengatakan bahwa pembuatan Video kurang lebih hanya 1 hari dengan dibantu dengan 10 crew yang terlibat. Dinda Naza Syafaah XI AGAMA 1,  selaku perwakilan dari Pemenang mengungkapkan perasaannya saat diwawancarai oleh anggota Jurnalis Mandawangi pada Rabu (16/12/2020).

" Yaa perasaannya sangat senang sekali ketika berhasil mendapatkan juara, karena dari kelas X kelas saya tidak pernah mendapatkan juara apapun , jadi sekalinya menang yaa seneng banget". Dan ia pun bersyukur atas perolehan Juara ini. "Saya bersyukur banget, karena baru kali ini kelas saya kompak terutama anak laki-laki nya bisa diajak kompromi".  Ujar Dinda Naza Syafaah. 

 



Banyuwangi - News Mandawangi (14/11/2020)- Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi kembali menorehkan prestasi kali ini datang dari Umi Salamatus Sakdiyah, seorang siswi Man 2 Banyuwangi kelas XII AGAMA 2 itu  yang berhasil mendapatkan juara ketiga dalam lomba Cipta Baca Puisi yang diumumkan pada Selasa, (10/11/20) melalui akun Instagram @ipnuippnu_um. Lomba ini diselenggarakan oleh IPNU IPPNU Universitas Negeri Malang. Pendaftaran  dimulai tanggal 6 Oktober - 6 November beserta pengumpulan karya.

Puisi merupakan ciptaan masing-masing peserta, orisinil dan belum pernah diikut sertakan dalam lomba apapun atau dipublikasikan. Adapun persiapan yang dilakukan oleh Umi Salamatus Sakdiyah tentunya yaitu menyiapkan puisinya terlebih dahulu, jika naskah puisi sudah ready barulah belajar dan mendalami isi puisi tersebut. Untuk alasan peserta mengikuti lomba Cipta Baca Puisi ini adalah untuk menggali potensi diri lebih dalam. "...Kan saya sukanya nulis puisi, sebenernya gk terlalu pro banget kalo suruh baca puisi. Suka gak pd. Jadi, buat memacu diri aja sih sebenernya.." ujar Umi Salamatus Sakdiyah selaku peserta.

Lomba ini dilaksanakan secara virtual mengingat kondisi masih dalam pandemi. Teknis pengumpulan karya dengan cara mengirimkan naskah beserta video Puisi yang berdurasi minimal 1 menit , dikirimkan melalui alamat email yang sudah disediakan oleh panitia pelaksana. Lomba ini merupakan lomba pertama kali yang diikuti oleh Umi Salamatus Sakdiyah di lingkup luar Madrasah. Jadi ia sedikit terkejut karena bisa mendapatkan predikat juara dan dapat mengalahkan para peserta lainnya.

"Rasanya, gak nyangka. Soalnya itu kan lomba baca puisi pertama yang saya ikuti di lingkup luar madrasah, jadi yaa gak terlalu berharap penuh." Ungkap Umi Salamatus Sakdiyah, ketika di wawancara oleh salah satu anggota Jurnalis.

Selamat untuk Umi Salamatus Sakdiyah atas kemenangannya. Dan untuk siswa-siswi Man 2 Banyuwangi, tetap semangat belajar dan terus berkarya mengukir prestasi untuk membanggakan dan menjadi nama baik Madrasah.

 

 

 


 


News Mandawangi, Hari bersejarah yang bertepatan hari ini, Selasa 10 November 2020, merupakan Hari Pahlawan yang tentunya sangat momerable bagi bangsa Indonesia. Peringatan tersebut diingat saat pertempuran di Surabaya terjadi pada 1945 yang diawali dengan insiden perobekan bendera merah putih biru di atas Hotel Yamato.

Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Keputusan itu ditetapkan oleh Presiden Soerkarno. Kala itu Soekarno memutuskan juga hari nasional bukan hari libur, salah satunya yakni Hari Pahlawan 10 November. Berdasarkan buku Bung Tomo yang bertajuk Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempor 10 November karya Abdul Waid pertempuran itu dipicu oleh beberapa sebab. Peristiwa itu bermula setelah terjadinya kekalahan Jepang, kemudian rakyat dan pejuang Indonesia berupaya keras mendesak para tentara Jepang untuk menyerahkan semua senjatanya kepada Indonesia.


Sejarah Hari Pahlawan

 


Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, situasi Indonesia belum stabil, saat itu Indonesia masih bergejolak terutama antara rakyat dan tentara asing. Hari Pahlawan 10 November merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah negara Republik Indonesia. Karena pada 10 November 1945 terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia. Gerakan pengibaran bendera tersebut meluas ke seluruh daerah-daerah, salah satunya di Surabaya. Pada pertengahan September, tentara Inggris mendarat di Jakarta dan mereka berada di Surabaya pada 25 September 1945. Tentara Inggris tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration).Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan. Hal ini memicu kemarahan warga Surabaya, mereka menganggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera Merah Putih.

Mereka protes dengan berkerumun di depan Hotel Yamato dan meminta bendera Belanda diturunkan lalu kibarkan bendera Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir meruncing, karena Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan tersebut. Hingga mengakibatkan Ploegman tewas dicekik oleh Sidik di Hotel Yamato pun terjadi ricuh. Sejumlah warga ingin masuk ke hotel, tetapi Hariyono dan Koesno Wibowo yang berhasil merobek bagian biru bendera Belanda sehingga bendera menjadi Merah Putih.

Kemudian pada 29 Oktober, pihak Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani gencatan senjata. Namun keesokan harinya, kedua pihak bentrok dan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris, tewas tertembak hingga mobil yang ditumpanginya di ledakan oleh milisi. Melalui Mayor Jenderal Robert Mansergh, pengganti Mallaby, ia mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan. Tak hanya itu, mereka pun meminta orang Indonesia menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada pukul 06.00, 10 November 1945. Ultimatum tersebut membuat rakyat Surabaya marah hingga terjadi pertempuran 10 November. Perang antar kedua kubu berlangsung sekitar tiga minggu. Tokoh perjuangan yang menggerakkan rakyat Surabaya antara lain Sutomo, K.H. Hasyim Asyari, dan Wahab Hasbullah. 


Selamat memperingati Hari Pahlawan 10 November 2020

“Perjuangan dan pengorbanan para pahlawan telah usai, tapi perjuangan untuk masa depan bangsa yang lebih baik masih terus berlanjut. Kini, tanggung jawab itu ada di tangan kita.”



Editor : Muh.Izzul  Islami Mahfud

























 

 



 

KH. Moh. Bisri Musthofa,S.Ag. sedang mengisi tausyiah

Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi, Sabtu (07/11/2020)  telah menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2020.  Pelaksanaan acara pun dilakukan secara virtual atau online diikuti oleh siswa-siswi dan Dewan Guru MAN 2 BANYUWANGI melalui live streaming di channel YouTube Man 2 Banyuwangi. Namun ada juga perwakilan siswa dari pemenang lomba dan organisasi siswa intra Madrasah (OrMAN) yang hadir dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Penyelenggaraan kegiatan siswa untuk peringatan Hari Besar Islam secara virtual ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di MAN 2 Banyuwangi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini masih berada di masa Pandemi Covid-19. Acara dimulai pada pukul 08.00 di aula Ma'had Al-Qosimy.  Panitia pelaksana terdiri dari Takmir Masjid At Ta'awun, OSIM, dan Religion Club. Adapun susunan acara diantaranya adalah pembukaan, Qiro’atil Qur'an beserta sari-tilawah, pembacaan Puisi, Mahalul Qiyam, Tausyiah, dan pembagian hadiah pemenang lomba. Lomba yang diselenggarakan meliputi lomba Foto ala Santri, lomba baca Puisi, dan juga Da'i Daiyah yang  diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X dan XI Man 2 Banyuwangi. 

 Bapak Agus Novel Mukholis selaku Pembina Religion Club sekaligus Panitia dari Guru menambahkan, "Alhamdulillah 70 % siswa berperan aktif dalam persiapan dan penyelenggaraan acara ini, kalau biasanya kan guru yang berperan aktif."  Di era Pandemi seperti ini, penyelenggaraan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2020 ini sudah sangat efektif. Ditambah tidak hanya sekedar yang hadir di tempat acara yang mendengarkan materi Tausyiah dan menyimak pelaksanaannya, namun seluruh siswa dan warga madrasah dapat mengikuti dan menyimak secara virtual di Channel Youtube MAN 2 Banyuwangi.

"Walaupun di era Pandemi banyak prestasi yang sudah diraih oleh MAN 2 Banyuwangi, oleh karena itu jangan bangga dulu tatkala berprestasi di Madrasah. Kita diuji di tingkat Madrasah, kalau bisa meningkat ke Kabupaten, lanjut tingkat Provinsi, dan kalau bisa mencapai tingkat Nasional. Dan saya bangga. Intinya, jangan kita merasa puas dulu dengan prestasi dan ilmu yang kita dapatkan. Kita harus merasa kurang dan dengan kekurangan itu akhirnya kita terus belajar, belajar, dan belajar." Ujar Bapak Drs. Moh. Anwar, M.Pd.I selaku Kepala Madrasah. 


Bpk. Drs.H.Moh Anwar, M.Pd.I saat sesi wawancara

  Semoga MAN 2 Banyuwangi terus berkreasi mengharmoni menjadi satu dengan para siswa-siswi dalam meraih prestasi dan kegiatan-kegiatan positif untuk meningkatkan kualitas IMTAQ dan IPTEK.


Narasumber : Drs.H.Moh Anwar, M.Pd.I, Agus Novel Mukholis S.Psi.I

Editor : Puri Arum Pratiwi

 

PERLOMBAAN VIRTUAL EVENT MAULID NABI DAN HARI SANTRI MANDWANGI 2020


Banyuwangi ,News mandawangi  (6-11-2020) ditengah situasi pandemi tak menyurutkan semangat anggota takmir mandawangi untuk mengadakan acara tahunan yakni Maulid nabi dan Hari Santri. Untuk mensukseskan kegiatan ini, Seluruh warga Mandawangi melalui perwakilan setiap kelas wajib mengikuti lomba-lomba yang di gagas oleh panitia.

Ada beberapa hal penting yang disiapakan Takmir sebelum mengadakan kegiatan virtual event, Yakni Mengadakan Rapat anggota kemudian bekerja sama dengan religion club untuk menyusun proposal yang merupakan syarat utama untuk mengadakan sebuah acara, Lalu  membuat poster pengumuman lomba di medsos, setelah itu pemberitahuan kepada seluruh Warga Mandawangi bahwa akan diadakannya kegiatan maulid nabi dan hari santri secara Virtual. Adapun Keterbatasan kegiatan yang dilakukan karena masih pada masa pandemi dan adanya beberapa kelas yang tidak berpartisipasi dalam acara lomba maulid nabi dan hari santri menjadi kendala bagi Takmir, Walau demikian tidak menyurutkan semangat para anggota Takmir untuk mensukseskan acara. Dalam kegiatan ini Terdapat 3 lomba yang di ikuti oleh setiap perwakilan kelas X dan XI yaitu lomba puisi,lomba daiyah dan lomba foto ala santri .

Total yang mengikuti ada sebanyak 24 kelas. Setiap kelas menugaskan satu siswa untuk lomba dai daiyah dan puisi, untuk lomba foto ala santri maximal setiap kelas menugaskan lima siswa, jadi setiap kelas menugaskan tujuh siswa untuk ikut berpartisipasi. Namun ada juga kelas yang masih bandel alias tidak berpartisipasi. Jumlah kelas yang tidak mengikuti puisi sebanyak empat kelas, kemudian lomba dai daiyah jumlah kelas yang tidak mengikuti sebanyak tujuh kelas,  Lalu untuklomba foto ala santri semua kelas mengikuti. Sistem lomba adit tahun lalu dengan tahun ini ada sedikit perubahan, Yakni dalam aturan bagi kelas yang tidak berpartsipasi akan diberikan hukuman nama kelas akan dicantumkan di akun media sosial takmir dan man 2 banyuwangi.

 

Hasil pengumuman juara Lomba di dalam ajang Virtual Event Maulid Nabi dan Hari Santri  2020

Hasil lomba foto ala santri: juara satu XI mipa 5, juara 2 X ips 4, juara 3 Xi mipa 1.

Hasil dari lomba puisi : Juara satu X Agama 1, Juara dua XI Ipa 3, Juara tiga XI Agama 1

Hasil dari lomba dai daiyah : Juara satu XI Agama 1, Juara dua XI Ipa 2, Juara ketiga XI Ipa 3

 

Kemudian ada beberapa ungkapan bahagia dari para pemenang lomba puisi, dai daiyah dan foto ala santri.

PUISI :  ‘’alhamdillah,saya bersyukur sekali dan  gembira bisa menang mewakili kelas , padahal awalnya gak nyangka bisa sampe menang , saya  terinspirasi dari kegiatan santri yang sangat menyentuh hati.banyak teman- teman yang mengucapkan selamat kepada saya .dan saya juga sangat berterima kasih kepada mereka atas bantuan dan do’a yang terpenting untuk lomba ini’’ujar zulfa aulia rahana (perwakilan X Agama 1) juara  satu lomba puisi.

DAI DAIYAH : “saya sangat senang bisa memenangkan lomba ini , karena saya pada saat itu tidak menyangka bahwa saya bisa memenangkan lomba itu dan saya sangat bersyukur Alhamdulliah, Persiapan saya sebelum lomba cuma mendengarkan pengajian g maulid Nabi di Youtub dan latihan public speking biar tambah lancar” Ujar Aulia Nasyithotul Fikroh  (perwakilan XI Agama 2) juara satu lomba dai daiyah.


FOTO ALA SANTRI :  ’saya tidak menyangka kelas kami menjadi juara kali ini,buat temen temen yang lain yang masih belum menjadi juara masih ada kesempatan dilain waktu ,jangan mudah putus asa dan tetap trus berkarya’’ ujar Lia ramadhani (perwakilan XI Ipa 5) juara satu lomba foto ala santri.


Yang terakhir, ketua takmir (M.Nur Fauzan.S ) memberikan saran kepada seluruh warga Mandawangi terkait diselenggarakannya kegiatan Maulid nabi dan Hari santri, “untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya Seluruh siswa harus berpartisipasi agar kegiatan yang ada di madrasah sukses tanpa kendala yang berat. Kemudian beliau juga memberikan motivasi, “dimasa pandemi ini jangan jadikan alasan untuk tidak mengikuti kegiatan yang di selenggarakan, tapi jadikan ajang kreativitas untuk mendapatkan pengalaman yang bisa diambil manfaat dan hikmahnya”.

 


Narasumber : M.Nur Fauzan.S, Zulfa Aulia Rahana, Aulia Nasyithotul Fikroh , Lia Ramadhani

editor :  Muh.Izzul Islami M.



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • KATA-KATA MOTIVASI ISLAMI UNTUK PEDOMAN HIDUP
  • E-MADING MANDAWANGI
  • MAN 2 BANYUWANGI MENCARI KANDIDAT MYRES 2020
  • HUT 75 PT KAI 2020
  • Mengukir Prestasi di Kampung Bahasa Arab

Categories

  • berita 23
  • BIOGRAFI 2
  • E-MADING 5
  • KARIMAH 1

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger

Follow Us

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • Home
  • About
  • Contact Us
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

About Me

Foto saya
News Mandawangi
Lihat profil lengkapku

Instagram

BERITA

BERITA
NEWS MANDAWANGI

Social Footer Widget

  • twitter
  • youtube
  • facebook
  • instagram

Boxed Version

  • boxedVersion

Social Plugin

  • facebook
  • twitter
  • reddit
  • pinterest
  • instagram
  • youtube

Default Variables

  • disqusShortname
  • commentsSystem
  • fixedSidebar
  • postPerPage
  • Home

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest

Follow Us

  • facebook
  • email
  • gplus
  • instagram
  • twitter
  • youtube
  • vk

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates